ASSEMENT ELEARNING

KATA PENGANTAR 

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah yang berjudul “ Assessment of Learning ”. Makalah ini adalah Tugas Mata Kuliah  Pengembangan Kurikulum dan Program Pengajaran.             Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyakekurangan dan jauh dari kesempurnaan, dalam hal ini kami mengharapkan saran dan kritik demi sempurnanya penyusunan  makalah  ini.

            Makalah ini dapat tersusun atas kerjasama dari anggota kelompok yang terdiri dari Herdi Saksul, Yuliati, Retno Susilowati, Sri Handajani, Netty Pebrimasni dan Aidil Adha, untuk itu ducapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya.

            Akhirnya kami berharap makalah ini bisa diterima dan bermanfaat bagi pembaca umumnya dan bagi kalangan guru pada khususnya

ASSESMENT Of LEARNING 

1.      PENDAHULUAN

Kegiatan  penilaian merupakan tindak lanjut adanya alat ukur  (tes), dilaksanakannya pengukuran yang  membuahkan  hasil  pengukuran. Keputusan  mengenai penilaian tidak semata-mata  didasarkan pada pengukuran, tetapi ada  unsur  pertimbangan dari pihak lain. Dalam kasus pedagang beraspun unsur pertimbangan yang didasarkan pada pengalaman  meyakinkan pedagang  bahwa hasil pengukuran tersebut  benar adanya  setelah karung yang diisi  dengan 25 liter beras, sang pedagang memberikan penilaian dengan memandang tinggi dan besarnya karung. Setelah dicoba diangkat, yang menjadi pertanyaan apakah beratnya 20 kg. Seringkali pertimbangan semacam ini memberikan hasil yang berbeda  dimana bisa atau lebih dari 25 liter. Dalam hal ini perbedaan yang dirasakan oleh pedagang  tersebut  memberikan kesimpulan bahwa  beras tersebut harus diukur ulang.

Dari contoh diatas dapat kita simpulkan bahwa dalm proses  pembelajaranpun harus ada unsure pertimbangan  sebagai pegangan dalam menentukan penilaian akhir peserta didik. Pertimbangan semacam ini haruslah  dimiliki oleh setiap guru dalam menentukan nilai  akhir dan tidak dapat ditiadakan. Karena pada hakekatnya manusia dalam menentukan suatu keputusan  yang baik  haruslah melakukan suatu pertimbangan yang matang.

Indikator utama yang digunakan untuk menilai kualitas pembelajaran dan kelulusan siswa dari suatu lembaga pendidikan, sering didasarkan pada hasil belajar siswa yang tertera pada nilai tes hasil belajar (THB) atau Nilai EBTANAS Murni (NEM). Dampak dari pandangan tersebut yang diperkuat dengan bentuk tes yang digunakan, mendorong guru berlomba-lomba mentrasfer materi pelajaran sebanyak-banyak-nya untuk mempersiapkan anak didik dalam mengikuti THB atau Ebtanas. Akibatnya seperti yang dikemukakan oleh A. Malik Fajar dalam harian Kompas (Mei 1994:4) bahwa yang terjadi kemudian adalah anak didik dipaksa untuk melahap informasi yang disampaikan tanpa diberi peluang sedikit pun untuk melaksanakan refleksi secara kritis. Dalam hal ini anak didik hanya dituntut untuk belajar dengan cara menghapal semua informasi yang telah disampaikan oleh guru.

Dari hasil pengamatan di lapangan (terutama terhadap pembelajaran Sains di Sekolah Dasar), proses penilaian yang dilakukan selama ini semata-mata hanya menekankan pada penguasaan konsep yang dijaring dengan tes tu;is obyektif dan subyektif sebagai alat ukurnya. Hal ini didukung oleh penelitian Nuryani, dkk (1992:8) yang mengemukakan bahwa pengujian yang dilakukan selama ini baru mengukur pengusaan materi saja dan itu pun hanya meliputi ranah kognitif tingkat rendah. Keadaan semacam ini merupakan salah satu penyebab guru enggan melakukan kegiatan pembelajaran yang memfokuskan pada pengembangan keterampilan proses anak. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan umumnya hanya terpusat pada pen-yampaian materi dalam buku teks. Keadaan faktual ini mendorong siswa untuk menghapal pada setiap kali akan diadakan tes harian atau tes hasil belajar. Padahal untuk anak jenjang sekolah dasar yang harus diutamakan adalah bagaimana mengembangkan rasa ingin tahu dan daya kritis anak terhadap suatu masalah (Mahar Marjono, 1996:10).

Sistem penilaian yang digunakan dalam mengukur hasil belajar siswa sangat berpengaruh terhadap strategi pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan guru. Sis-tem penilaian yang benar adalah yang selaras dengan tujuan dan proses pembelajaran. Realitas menunjukkan bahwa penilaian dengan cara konvensional be-lum mampu mengungkap hasil belajar siswa dari aspek sikap dan proses atau kinerja siswa secara aktual. Oleh karenanya diperlukan penerapan sis-tem penilaian yang dapat mengungkap kedua aspek tersebut.

Sistem penilaian yang diasumsikan dapat memenuhi tuntutan tersebut adalah sis-tem penilaian yang digagaskan dalam Sistem Penilaian Kelas Kurikulum 2004 yang antara lain meliputi jenis Penilaian Kinerja (Performance Assess-ment), Penilaian Karya (Product Assessment), Penilaian Penugasan , Penilaian Proyek, dan Penilaian Portofolio. Dari jenis-jenis tersebut tersirat bahwa makna penilaian mencakup hal-hal yang lebih luas dari sekedar penilaian konvensional yang selama ini berlangsung.

 

2.      ISTILAH DAN PENGERTIAN PENILAIAN PEMBELAJARAN

1.        Pengukuran (measurement)=Kegiatan sistematik untuk menentukan angka pada obyek. berhubungan dengan kuantitatif.

2.        Penilaian (assessment)=Penafsiran hasil pengukuran & pencapaian hasil belajar.

3.        Evaluasi = Kegiatan identifikasi program tercapai atau belum, berharga atau tidak, efisien atau tidak. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai (value judgement)

4.        Hasil Penilaian bisa kualitatif (pernyataan naratif dg kata-kata), bisa kuantitatif (berupa angka)

Penilaian hasil belajar (PP No. 19 tahun 2005), Standar penilaian ada 3 :

1.      Penilaian hasil belajar oleh pendidik

Bentuk penilaian hasil belajar oleh pendidik :

a.       Ulangan harian

b.      Ulangan tengah semester

c.       Ulangan akhir semester

d.      Ulangan kenaikan kelas

2.      Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan

3.      Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah

 

Menurut  Stock dan kawan – kawan ( 1987, hal 294 ) terdapat pengertian perbedaan assessment, appraisal dan penilaian  yaitu sebagai berikut :

1.      Assessment  biasanya dihubungkan dengan kemampuan seseorang seperti kecerdasannya, keterampilannya, kecepatannya, ketepatannya dan lain sebagainya yang terkait atau tugasnya. untuk membedakan tingkatan kemampuan biasanya dinyatakan dengan angka atau huruf.  7, 75 % atau B. dengan kata lain angka yang tertulis dalam  lembar jawaban peserta didik atau dalam buku kemajuan  ( raport ) adalah hasil assessment.

2.      Appraisal  merupakan  pernyataan tentang sesuatu yang tidak dapat dinyatakan dengan angka atau huruf karena didalamnya terdapat pertimbangan ( judgment ) yang sangat terbatas. Dengan masuknya pertimbangan yang terbats ini maka assessment dan appraisal oleh beberapa ahli dianggap sama saja.

3.      Penilaian  ( evaluation ) suatu proses dimana informasi dan pertimbangan diolah untuk membuat satu keputusan untuk kebijaksanaan yang akan datang . Dengan kata lain penilaian memerlukan hasil assessment dan appraisal dalam ruang lingkup yang lebih luas.

Berikut ini diagram yang merupakan visualisasi dari pengertian antar ketiga istilah tersebut.

 

3.      TUJUAN PENILAIAN PEMBELAJARAN

Sebagaimana ditegaskan dalam pedoman penilaian untuk sekolah dasar (Depdikbud, 1994:1) penilaian merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari tujuan pendidikan dasar maupun penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan pada langkah awal pembelajaran digunakan sebagai acuan dalam kegiatan pembelajaran dan proses penilaian yang akan dilakukan. Menurut Davis (dalam Sudarsono Sudirdjo dkk., 1991:94) tujuan tidak hanya merupakan arah yang dapat membentuk atau mewarnai kurikulum dan memimpin kegiatan pengajaran, tetapi juga dapat menyediakan spesifikasi secara terperinci bagi penyusunan dan penggunaan teknik-teknik penilaian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran yang dirumuskan secara jelas dan spesifik akan menunjang proses penilaian yang tepat dan dapat membantu di dalam menetapkan kualitas dan efektivitas pengalaman belajar siswa.

Tujuan penilaian adalah untuk  memberikan umpan balik bagi guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar maupun bagi siswa sendiri. Penilaian bermanfafat untuk  mengetahui  kemajuan belajar siswa, guru hendaknya menjadi penilai yang baik untuk mengetahui  kelemahan dalam penilaian proses belajar mengajar terhadap siswa. Penilaian hendaknya dilakukan secara obyektif, continue serta mempergunakan berbagai  jenis tes yang bervariasi .  

 

 

4.      PRINSIP PENILAIAN PEMBELAJARAN

Menurut Asessment Reform Group (ARG), 2002 berikut ini ada 10 prinsip penilaian pembelajaran (Ten Principles for Learning ) yang perlu diperhatikan :

 

  1. Assessment for learning should be part of effective planning of teaching and learning

Dalam perencanaan guru seharusnya memberikan kesempatan pada siswa dan guru untuk mendapatkan dan menggunakan informasi tentang kemajuan terhadap tujuan pembelajaran. Perencanaan juga harus memasukkan unsur strategi untuk memastikan bahwa siswa memahami tujuan mereka mengikuti pembelajaran dan kriteria yang digunakan untuk mengukur pekerjaan mereka. Bagaimana siswa akan menerima umpan balik, bagaimana mereka mengambil bagian dalam menilai pembelajaran mereka dan bagaimana mereka akan dibantu untuk kemajuan mereka harus direncanakan.

  1. Assessment for learning should focus on how students learn

Proses pembelajaran harus pemikiran siswa dan guru kapan penilaian direncanakan, kapan bukti diinterpretasikan. Siswa seharusnya menjadi pribadi yang sadar akan apa yang dia pelajari dan bagaimana mereka belajar.

  1. Assesment for learning should be recognised as central to classroom practise

Apa yang dilakukan guru dan siswa di dalam kelas bisa digambarkan sebagai suatu penilaian. Tugas dan pertanyaan yang tepat untuk mendemostrasikan pengetahuan mereka, pemahaman dan keahlian. Apa yang dikatakan dan dilakukan siswa kemudian di observasi dan diinterpretasikan dan di buat keputusan tentang perbaikan pembelajaran.

  1. Assesment for learning should be regarded as a key professional skill for teachers

Guru – guru memerlukan pengetahuan dan keahlian untuk merencanakan penilaian, mengamati pembelajaran, menganalisa dan menginterpretasikan petunjuk pembelajaran, memberikan umpan balik pada siswa dan mendukung siswa dalam menilai diri sendiri.

  1. Assesment for learning should be sensitive and construktive because any assesment has an emotional impact

Guru harus menyadari pengaruh dari komentar, penilaian dan penggolongan pada kepercayaan dan antusias siswa. Komentar yang diberikan harus fokus pada pekerjaan mereka daripada kepribadian mereka sehingga motivasi dan belajar mereka menjadi meningkat.

 

  1. Assesment should take account of the importance of learner motivation

Penilaian yang mendorong perkembangan motivasi siswa dengan menekankan pada kemajuan dan pencapaian daripada kegagalan. Membandingkan dengan yang lain yang lebih berhasil tak mungkin memotivasi siswa. Hal ini hanya akan membawa mereka pada suatu anggapan pada diri mereka sendiri bahwa mereka merasa diri mereka tidak baik/bagus. Motivasi bisa dipertahankan dan ditingkatkan dengan menilai metode yang melindungi otonomi siswa, menyediakan beberapa pilihan, membangun umpan balik, dan menciptakan kesempatan bimbingan langsung.

  1. Assesment for learning should promote commitment to learning goals and a shared understanding of the criteria by which they are assesed

Pembelajaran yang efektif harus memberikan kesempatan pada siswa untuk memahami apa yang mereka ingin coba capai, dan ingin mencapai itu. Memahami dan bertanggung jawab apabila siswa mempunyai bagian dalam memutuskan tujuan dan mengidentifikasi  kriteria untuk kemajuan penilaian. Kriteria penilaian yang communicative meliputi mendiskusikannya dengan siswa dengan menggunakan pengertian yang mereka bisa pahami, memberikan contoh contoh kriteria yang bisa ditemukan dalam praktek dan mengikutsertakan siswa dalam penilaian diri sendiri dan teman sebaya.

  1. Learners should receive costructive guidance about how to improve

Siswa memerlukan informasi dan bimbingan dalam merencanakan langkah berikutnya dalam pembelajaran mereka. Guru seharusnya menunjukan dengan tepat kekuatan siswa dan bimbingan bagaimana mengembangkannya, jelaskan kelemahan mereka dan bagaimana mereka harus menempatkannya, memberikan kesempatan pada siswa untuk memperbaiki kerja mereka.

  1. Assesment for learning develops learners’ capacity for self assesment so that they can become reflective and self managing

Siswa mempunyai kebebasan untuk mencari dan memperoleh keahlian baru, pengetahuan baru, dan pengertian baru. Mereka mampu untuk ikut serta dalam  refleksi diri dan mengidentifikasi langkah selanjutnya dalam pembelajaran mereka. Guru seharusnya melengkapi siswa dengan keinginan dan kapasitas untuk mengisi pembelajaran mereka melalui pengembangan keahlian penilaian diri.

  1. Assesment for learning should recognise the full range of achievement of all learners

Penilaian pembelajaran harus digunakan untuk meningkatkan kesempatan semua siswa untuk belajar di semua area kegiatan pendidikan. Ini seharusnya memungkinkan semua siswa untuk mencapai yang terbaik dari mereka  dan menghargai usaha mereka sendiri.

 

5.      ASPEK YANG DIUKUR DALAM PENILAIAN

a.      Aspek Kognitif    

(Menurut Bloom, Englehart, Furst, Hill, Krathwohl’ 56)

a.       Pengetahuan (recalling), kemampuan mengingat (misalnya: nama ibu kota, rumus)

b.      Pemahaman (Comprehension), kemampuan memahami (misalnya: menyimpulkan suatu paragraf)

c.       Aplikasi (application), kemampuan penerapan (misalnya : menggunakan suatu informasi/pengetahuan yang  diperolehnya untuk memecahkan masalah).

d.      Analisis (Analysis), kemampuan menganalisa suatu informasi yang luas menjadi bagian-bagian kecil (misalnya : menganalisis bentuk, jenis atau arti suatu puisi).

e.       Sintesis (syntesis). Kemampuan menggabungkan beberapa informasi  menjadi suatu kesimpulan (misalnya : memformulasikan hasil penelitian di laboratorium)

f.       Evaluasi (Evaluation), kemampuan mempertimbangkan mana yang baik dan mana yang buruk dan memutuskan untuk mengambil tindakan tertentu.

b.      Aspek Afektif

a.       Menerima (receiving) termasuk kesadaran, keinginan untuk menerima stimulus, respon, control dan seleksi gejala atau rangsangan dari luar.

b.      Menanggapi (responding): reaksi yang diberiokan: ketepatan aksi, perasaan, kepuasan dll.

c.       Menilai (evaluating):kesadaran menerima norma, system nilai dll.

d.      Mengorganisasi (organization): pengembangan norma dan nilai organisasi system nilai

e.       Membentuk watak (characterization): system nilai yang terbentuk mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah laku

c.       Aspek Psikomotor

        Psikomotor merupakan tindakan seseorang yang dilandasi penjiwaan atas dasar      teori yang dipahami dalam  suatu mata pelajaran.

Ranah psikomotor :

a.       Meniru (perception)

b.      Menyusun (Manipulating)

c.       Melakukan dengan prosedur (precision)

d.      Melakukan dengan baik dan tepat (articulation)

e.       Melakukan tindakan secara alami (naturalization)

6.      SISTEM PENILAIAN

a.      Sistem penilaian berkelanjutan

Tindak lanjut hasil pengujian :

1.      remedial, bagi siswa yang belum mencapai batas ketuntasan minimal.

2.      Pengayaan, siswa yang telah mencapai ketuntasan minimal, penguatan dengan memberi     tugas membaca, tutor sebaya, diskusi, mengerjakan soal namun tidak mempengaruhi nilai     hanya diungkapkan dalam keterangan profil hasil belajar.

3.      Percepatan, yakni bagi siswa yang telah mencapai ketuntasan maksimum

b.      Sistem pengujian akhir

·         Batas lulus biasanya 75% menguasai materi ujian.

7.      JENIS TAGIHAN DAN BENTUK INSTRUMEN

1)        Jenis Tagihan :

a.      Kuis

b.      Pertanyaan lisan di kelas

c.       Ulangan harian

d.      Tugas individu

e.        Tugas kelompok

f.       Ulangan semester

g.      Ulangan harian

2)      Bentuk instrument :

a.       Lisan,

b.      Kuis

c.       Jawaban singkat atau lisan singkat

d.      Pilihan ganda

e.       Benar salah

f.       Menjodohkan

g.      Uraian obyektif

h.      Uraian non obyektif (uraian bebas)

i.        Performens

j.       

Portofolio.

3)      Teknik yang digunakan :

·         Tes : lisan, tertulis, perbuatan.

·         Non tes :

o   Pengamatan(motivasi, minat, strategi belajar, kesulitan yang dihadapi, serta kegiatan dalam    praktek lapangan

o   Dokumentasi (melihat karya siswa baik individu maupun kelompok)

o   Portofolio (kumpulan hasil karya, tugas, pekerjaan siswa yang disusun berdasarkan   urutan kategori kegiatan.

 

 

SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL­MenimbangBahwa dalam rangka mengendalikan mutu hasil pendidikan sesuai standar nasional pendidikan yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan, perlu menetapkan Standar Penilaian Pendidikan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional; Mengingat

 

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496);
  2. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2006;
  3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 31/P Tahun 2007;

MEMUTUSKAN : Menetapkan: PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TENTANG STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN.Pasal 1 

  1. Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan berdasarkan standar penilaian pendidikan yang berlaku secara nasional.
  2. Standar penilaian pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini.

Pasal 2 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 11 Juni 2007MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, TTD. BAMBANG SUDIBYOSalinan sesuai dengan aslinya. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional, Kepala Bagian Penyusunan Rancangan Peraturan Perundang-undangan dan Bantuan Hukum IMuslikh, S. H. NIP 131479478 

     Salinan   LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 20 TAHUN 2007 TANGGAL 11 JUNI 2007STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN 1.      Pengertian1.      Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.2.      Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.3.      Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik.4.      Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk merigukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.5.      Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.6.      Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.7.      Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut.8.      Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam POS Ujian Sekolah/Madrasah.9.      Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan.10.  Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas am bang kompetensi. 2.      Prinsip PenilaianPenilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:1.      sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.2.      objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.3.      adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta. Didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.4.      terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan. salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.5.      terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.6.      menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.7.      sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-Iangkah baku.8.      beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.9.      akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya. 3.      Teknik dan Instrumen Penilaian1.      Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes, observasi, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik.2.      Teknik tes berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja.3.      Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran.4.      Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek.5.      Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan (a) substansi, adalah merepresentasikan kompetensi yang dinilai, (b) konstruksi, adalah memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan, dan (c) bahasa, adalah menggunakan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik.6.      Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk ujian sekolah/madrasah memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, dan bahasa, serta memiliki bukti validitas empirik.7.      Instrumen penilaian yang digunakan oleh pemerintah dalam bentuk UN memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, bahasa, dan memiliki bukti validitas empirik serta menghasilkan skor yang dapat diperbandingkan antarsekolah, antardaerah, dan antartahun. 4.      Mekanisme dan Prosedur Penilaian1.      Penilaian hasil belajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah.2.      Perancangan strategi penilaian oleh pendidik dilakukan pada saat penyusunan silabus yang penjabarannya merupakan bagian dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).3.      Ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan  kenaikan kelas dilakukan oleh pendidik di bawah koordinasi satuan pendidikan. 4.      Penilaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan pad a UN dan aspek kognitif dan/atau aspek psikomotorik untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan oleh satuan pendidikan melalui ujian sekolah/madrasah untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan.5.      Penilaian akhir hasil belajar oleh satuan pendidikan untuk mata pelajaran kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan ditentukan melalui rapat dewan pendidik berdasarkan hasil penilaian oleh pendidik.6.      Penilaian akhir hasil belajar peserta didik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan oleh satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik berdasarkan hasil penilaian oleh pendidik dengan mempertimbangkan hasil ujian sekolah/madrasah.7.      Kegiatan ujian sekolah/madrasah dilakukan dengan langkah-Iangkah: (a) menyusun kisi-kisi ujian, (b) mengembangkan instrumen, (c) melaksanakan ujian, (d) mengolah dan menentukan kelulusan peserta didik dari ujian sekolah/madrasah, dan (e) melaporkan dan memanfaatkan hasil penilaian.8.      Penilaian akhlak mulia yang merupakan aspek afektif dari kelompok mata pelajaran agama dan. akhlak mulia, sebagai perwujudan sikap dan perilaku beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, dilakukan oleh guru agama dengan memanfaatkan informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang relevan.9.      Penilaian kepribadian, yang merupakan perwujudan kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat dan warganegara yang baik sesuai dengan norma dan nilai-nilai luhur yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, adalah bagian dari penilaian kelompok mata pelajaran dan kewarganegaraan dan kepribadian oleh guru pendidikan kewarganegaraan dengan memanfaatkan informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang relevan.10.  Penilaian mata pelajaran muatan lokal mengikuti penilaian kelompok mata pelajaran yang relevan.11.  Keikutsertaan dalam kegiatan pengembangan diri dibuktikan dengan surat keterangan yang ditandatangani oleh pembina kegiatan dan kepala sekolah/madrasah.12.  Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian berikutnya. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remedi.13.  Hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan disampaikan dalam bentuk satu nilai pencapaian kompetensi mata pelajaran, disertai dengan deskripsi kemajuan belajar.14.  Kegiatan penilaian oleh pemerintah dilakukan melalui UN dengan langkah-Iangkah yang diatur dalam Prosedur Operasi Standar (POS) UN. 15.  UN diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) bekerjasama dengan instansi terkait.16.  Hasil UN disampaikan kepada satuan pendidikan untuk dijadikan salah satu syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dan salah satu pertimbangan dalam seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.17.  Hasil analisis data UN disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan serta pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. 5.      Penilaian oleh PendidikPenilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Penilaian tersebut meliputi kegiatan sebagai berikut:1.      menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester.2.      mengembangkan indikator pencapaian KD dan memilih teknik penilaian        yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran.3.      mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih. 4.      melaksanakan tes, pengamatan;” penugasan;”. dan/atau” bentuk “lain” yang diperlukan.5.      mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik.6.      mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balik~n/komentar yang mendidik.7.      memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.8.      melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan satuan pendidikan dalam bentuk satu nilai prestasi belajar peserta didik disertai deskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi utuh.9.      melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian peserta didik dengan kategori sangat baik, baik, atau kurang baik.6.      Penilaian oleh Satuan PendidikanPenilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran. Penilaian tersebut meliputi kegiatan sebagai berikut:1.      menentukan KKM setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik.2.      mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.3.      menentukan kriteria kenaikan kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket melalui rapat dewan pendidik.4.      menentukan kriteria program pembelajaran bagi satuan pendidikan yang menggunakan sistem kredit semester melalui rapat dewan pendidik.5.      menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. 6.      menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik dan nilai hasil ujian sekolah/madrasah.7.      Menyelenggarakan ujian Sekolah/Madrasah dan menentukan kelulusan peserta didik dari ujian Sekolah/Madrasah bagi satuan pendidikan penyelenggara UN.8.      melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada orang tua/wali peserta didik dalam bentuk buku laporan pendidikan.9.      melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota.10.  menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik sesuai dengan kriteria:1.      menyelesaikan seluruh program pembelajaran.2.      memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; kelompok mata pelajaran estetika; dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan. 3.      lulus ujian sekolah/madrasah.4.      lulus UN.11.  menerbitkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap peserta didik yang mengikuti Ujian Nasional bagi satuan pendidikan penyelenggara UN.12.  menerbitkan ijazah setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan” bagi satuan pendidikan penyelenggara UN.7.      Penilaian oleh Pemerintah1.      Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan dalam bentuk UN yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.2.      UN didukung oleh suatu sistem yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal serta pelaksanaan yang aman, jujur, dan adil.3.      Dalam rangka penggunaan hasil UN untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan, Pemerintah menganalisis dan membuat peta daya serap berdasarkan hasil UN dan menyampaikan ke pihak yang berkepentingan. 4.      Hasil UN menjadi salah satu pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian . bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.5.      Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik pada seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.6.      Hasil UN digunakan sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik darisatuan..pendidikan yang kriteria kelulusannya ditetapkan setiap tahun oleh Menteri berdasarkan rekomendasi BSNP. MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,TTD. BAMBANG SUDIBYO   

 

 DAFTAR PUSTAKA  1.      Mulyasa, E. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.2.      Assessment Reform Group (2002). Assessment for Learning. 10 Principles. Http:// http://www.aaia.org.uk/pdf Afl_ 3.      Nasoetion,N dan Suryanto, A. (2006) Tes, Pengukuran dan Penilaian. Universitas Terbuka4.      Alimudin 3 Januari 2008 Sistim Penilaian Hasil Belajar Http:// Penilaian Hasil Belajar.blogspot.com/5.      Edi Hendri Mulyana 9 April 2005.Assessment Dalam Pembelajaran Sains SD Http://re-searchengines.com/0405edi.html  6.      Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan  Http://pkh.diknas.go.id/iso.php   

 

 

~ oleh herdisaksul pada Juni 9, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: